dalam ruang kamar … ku dekap erat kaki ku
sambil kunyalakan sebatang rokok
dan ku hisap perlahan lahan
kepala ku tengadahkan ke atas
dan melihat langit langit kamar
tanpa seberkas cahaya yang menerangi
sekali kali setitik cahaya rembulan
menerobos masuk lewat seribu pori pori celah
dan menari seakan akan merobek hati ku
terkenang suatu masa yang tak pernah ku lupa
dimana kenestafaan menyayat hati
dan air mata kering untuk menangisi semua nya
sungguh perih terasa …
mungkin inilah saatku…
saat aku tuk pergi…
janganlah menangis dipusaraku…
karna aku tak berarti…
=====================================================================================
Entries (RSS)